Indonesia 68 Tahun

#1 – dini hari

tidak. aku tidak mau memecah sunyi dengan pekik yang mengatasnamakan euphoria entah apa. tidak mau begitu caranya. aku hanya sedang ingin bersekutu dengan diam. menarik tegas arah dengaran pada pecah hantaman darah di permukaan tulang. merasainya dengan sepenuh tenang. menemukan Indonesia bukan sebatas kenang. agar mampu kucita-citakan ia hidup berusia panjang.

#2 – datang terang pagi

Panjang umur, Indonesia! Jangan menyerah bertumbuh baik di antara pesimisme dan segala kekacauan yang meriuhkan degupmu. Tak apa meski kau melaju tak secepat lahirnya sebuah keinginan.

Panjang umur, Indonesia! Panjang umur, sehat, sentausa ~,~/

#3 – siang benderang

aku tidak punya selembar pun Bendera. tapi bukankah aku punya Tulang dan Darah? Bendera itu sudah berada didalamku sejak mula ~_~

#4 – buah perenungan

seberapa Indonesia dirimu dalam Tulang dan Darahmu, sungguh semua berpulang padamu. seberapa kuat kau mampu mencintainya pun menghidupinya selalu sekaligus, sungguh itu pun semata rahasia kecilmu.

pertanyaan sederhananya, seumur-umur kau hidup, sudahkah kau sungguh memahami Indonesia-mu?

aku sendiri terkadang ragu. tapi itu justru alasan yang tepat untuk tak berpuas diri dengan apa yang sudah berhasil aku tahu 😉

dirgahayu!  🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s