tiba-tiba tak bisa mengabaikan Tuhan

aku mencari muka, lupa menaruhnya di mana
aku memanjangkan tangan, rasanya selimutku mendadak kesempitan
aku menemukan kumandang adzan tepat menyelinap di telinga bantal
aku (masih) terlalu malas untuk sembahyang,
namun sangat suka menemukan selengkung pantulan senyuman
ah, Tuhan, bagaimana mungkin aku tega mengabaikan Kau
yang sudah siap membuka tangan?
menanyakan aku perlu apa di terik ini siang?

– – – – – – –
suatu masa di hari Minggu yang paling nikmat diisi tidur tidur tidur dan tidur melulu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s