pada Chairil

Chairil, mereka taburi harimu dengan Kembang Warna-warni Puisi. apakah kini, nun di sana yang entah Neraka entah Nirwana atau malah sebentuk Ruang Tunggu berwajah Persimpangan, kau masih berniat mempersunting salah satu atau keseluruhannya tanpa sangsi?

Chairil, memang ini sudah bukan semata antara Karawang dan Bekasi lagi. sudah lebih dari sepuluh sampai tujuh puluh lima Kehilangan mencoreng-moreng Kehidupan dengan menyisakan Pusara atau sebatas Kertas-kertas Pencarian terkikis Hujan dan Musim-musim Peluntur Jernih. adakah kau bersedia turun sebentar, datang menggamitku lalu mengajak pergi menemui lebih dari berlembar Kenyataan dan sebentuk Jati Diri?

Chairil, telah melampaui ribuan macam Harum menyergap Langit juga Bumi tanpa pamit, Aksara-aksara ditoreh di sembarang Alas Tapa lalu mengatasnamakan hal-hal yang tak lagi berpijak dan makin bias ditelusuri. bisakah kita mengabaikannya untuk memuncaki apa yang sebenar-benarnya ingin dipuncaki oleh Puisi?

Chairil, apakah kini kau masih bercinta dengan Puisi? mencintainya utuh bahkan dalam ruang Nadi? mengabarkan Kelana Rasa dan Pikir yang multi interpretasi?

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)

– – – – – – –
di 26 Juli. hari lahir Chairil Anwar. dinobatkan sebagai Hari Puisi Nasional.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s