Kematian

pagi-pagi tadi ada sebuah pesan singkat datang dengan tergesa. isinya takut, isinya cemas, isinya menanyakan adakah aku baik-baik saja. aku seakan bisa mendengar engah-engahnya bercerita tentang mimpi, tentang sakit, dan tentang dua bulan hidupku yang tersisa. tak satu dari kami paham akankah itu menjadi nyata atau semata bentuk kerinduannya belaka yang sudah cukup lama tak jumpa sejak sebungkus bersama Cilok Sabuga. namun, andai dia bersedia sedikit saja tak terpancing menitikkan airmata, aku ingin sekali berkata, “tenanglah. itu bukan hal yang harus ditakutkan. aku tak apa. bahkan jika itu benar terjadi, aku terima. karena kematian kan pasti datangnya.” 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s