dan di dalam Hujan

aku mendengarkan kau memanggil dalam Hujan yang berkepanjangan. mestinya tak akan, harusnya tak mungkin. tapi ini bukan hanya telingaku yang kemudian sibuk kau buat mendengar, hatiku pun tak bisa berpaling ke bingkai-bingkai lain.

aku hanya mampu menyimak kau yang terus berbicara melalui Hujan tak berkesudahan. mestinya khayalan, harusnya tak bisa kenyataan. tapi ini bukan hanya telingaku yang kemudian tak bisa mengelak mengenali merdumu tanpa dua tanpa banding, hatiku pun tergiring lembutmu dalam peluk menggelinding.

aku menemukan kau di setiap detak Roh Hujan tanpa keraguan. mestinya tak akan, harusnya tak mungkin. tapi ini hanya terjadi dan terjadi tanpa bisa hatiku hindari.

(foto oleh Dian Anugrah)
(foto oleh Dian Anugrah)

– – – – – – –
sebuah interpretasi terhadap karya mas Dian Anugrah yang aku kenal di RKF tentunya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s