“bukankah ketika jatuh cinta pun kita tak pernah benar-benar tahu alasan dibaliknya?”

siang ini, entah sedang kesambet apa, bisa-bisanya aku berkata, “bukankah ketika jatuh cinta pun kita tak pernah benar-benar tahu alasan dibaliknya?” dalam rangkaian berbalas komentar dengan Mbak Vivi.

beberapa menit setelah itu aku diam, mendadak ingin menjitak kepala sendiri, berkali-kali; tersadar pernah terus mempertanyakan “kenapa” pada Tuan Bumi saat ia datang menyediakan bahu untuk bersandar dan lengan juga tangan untuk berlindung serta berpegang tepat ketika aku sudah macam Angin Ribut karena luka yang harus dirasai dan dihadapi.

aku ini bodoh sekali. aku jadi malu sekali. rasanya ingin teleportasi agar dapat langsung bertemu ia yang rela hati menghidupi. mau bilang “maaf” dan menemukan senyum lembut itu sekali lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s