belajar berani

aku menyebut kedatangan masa ini sebagai masa “mengulang belajar berani“. ya, mengulang kembali satu pelajaran yang sempat hilang dari peredaran karena terlalu sibuk pecicilan sana-sini *Tuan Bumi sudah mensahkan itu: pecicilan, hihihi*

kenapa merasa perlu mengulang untuk belajar berani, Kuk?

  1. aku pikir-pikir kembali *sebutlah kontemplasi* tak selalu baik jika terus tinggal dalam kenyamanan dan berharap ada yang akan menarikku untuk keluar dari cangkang sendiri. bagaimana pun aku harus berusaha keras, tidak boleh malas, harus berani maju penuh senyum juga yakin dengan apa yang aku nyatakan sebagai “karya” sesederhana apa pun itu *tidak boleh bosan yaaaa*
  2. lalu, setelah menyaksikan kembali hasil sepak-terjang seorang Fotografer keren lainnya *kali ini Mang Odon, setelah Om Eros – Pak Fendi – Pak Bach* aku juga ingin belajar menampilkan “karya” tanpa watermark, tanpa kecemasan, tanpa banyak polesan. ini salah satu pelajaran berat buatku. sudah bukan rahasia lagi toh sejak berkembangnya publikasi bebas via internet, etika dalam memperlakukan karya siapa saja menyusut drastis. tak sedikit terjadi kasus pemakaian seenaknya tanpa malu tanpa izin tanpa mencantumkan nama Pekarya bahkan untuk kepentingan komersialisasi dan keuntungan pribadi. yaaa, semoga aku cukup kuat untuk segera mampu menerima konsekuensi apapun yang datang sebagai dampak “tidak mencantumkan watermark” itu sih 🙂 hiyooosh!

aku menyebut kedatangan masa ini sebagai masa “mengulang belajar berani”. berjanji pada diri sendiri untuk menjalaninya sepaket, tidak setengah-setengah, biar bisa sampai pada “karya yang membebaskan” *seperti di materi sarapan pagi yang baru di-upload Pak Fendi di ruang RKF tadi pagi*. menegaskan pula pada diri sendiri bahwa aku tak boleh terlena atau terlalu mudah berprasangka apa pada keberadaan “jempol”, tetap yakin, tetap senang saja, sebagaimana diingatkan oleh mas Adi Wiyono: “kenikmatan abadi adalah bisa terus berkarya & bisa menikmati karya kita sendiri itu, Kuk.”

aah, ya 🙂 aku menyebut kedatangan masa ini sebagai masa “mengulang belajar berani”. ya, belajar kembali untuk berdiam dalam sebuah “berani” 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s