aksara ke 8 .. aksara ke 19 .. aksara ke 3

kau tahu tidak, di kamar, Semut-semut malah pada party. padahal Laba-laba saja tadarusan. Cicak-cicak serempak hijrah, padahal si Tikus Besar sudah insap ganti pekerjaan.

semuanya memekakkan telinga. Semut dan Laba-laba tak ada yang mau mengalah. rasanya seperti dentum-dentum Meriam. setiap lajur Pembuluh Darah Kepala macam sudah siap pecah.

si Ndut bosan, katanya pelukanku lebih panas dari Tungku Api ketika memasak Air. jadi ia mengambil tempat di pojokan. tak mau dicintai demi tak kepanasan. si Marun ada, ini sedang kudekap. dia bilang, dia mewakilimu biar aku tak merasa sedih sendirian.

apa kau terbangun? aku tak tahan untuk memanggilmu sewaktu tiap tusukan entah-apalah-itu sampai menembus kulit kepalaku. aku tak dibiarkan tenang lelap tidur. mereka bahkan sibuk mengebor telingaku.

aku mau kau cepat pulang. kapan kau pulang? aku tidak ingin hadiah yang besar, tidak terpikir sampai intan berlian. aku cuma mau kau cepat pulang. cuma mau itu.

ah ya, aku tadi berhasil bertahan, berjuang demi mengentaskan lapar yang ditahankan. sayang penutupannya tak elegan, aku menabrak gerbang. padahal jelas di depan, entah kenapa luput kelihatan.

Semut-semut itu masih berisik, party, sesudah Dancing Queen mungkin akan berhenti. tapi aku tak tahu. aku cuma ingin semua suara berhenti.

apa Tuhan malam ini sedang mengencangkan volume semua hal?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s