jangan berhenti jadi Manusia

siapa bilang kali pertama selalu dapat senyum dan muka manis? tadi aku malah sempat dapat sedikit raut sinis karena membuka kelas yang semestinya dipenuhi gelimangan materi Trigonometri dengan menyuruh mereka (para Mahasiswa/i Angkatan Baru itu) untuk saling bersalaman dan berkenalan satu sama lain. 46 orang jumlahnya tadi 🙂

mungkin bagi sebagian mereka hal macam itu seperti buang-buang Waktu. tapi, masa iya sih? apa sudah tak menyenangkan lagi ya proses keluar dari satu Kotak kemudian masuk ke Kotak Baru? cukup dengan gue-gue elu-elu? cukup dengan menandai “oh itu” lalu ya sudah cukup? 🙂

dalam ingatanku, sempat tadi aku berkata, “di kampus adalah masanya kalian benar-benar menjadi Manusia.” — bukan hanya datang-belajar-pulang, melainkan juga berinteraksi dengan Manusia lainnya (langsung, bukan melalui gadget atau media sosial online) untuk rupa-rupa keperluan dengan ragam skala prioritas tentunya.

jadi, sebenarnya aku ini mengajarkan Matematika atau apa sih? *garuk-garuk-kepala* 😕 emmm, apa sajalah 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s