terhadap Matahari

[dalam Pagi]

aku terpikir soal Manusia yang mengeluhkan Matahari: terlalu itu, kurang ini. apa mereka pernah mendengar langsung keluhan Matahari?

kadang aku bertanya, “Matahari itu bisa sakit tidak ya?”. aku membayangkan begitu saja Matahari yang sedang demam, meriang, tak enak badan, namun tak sedikit pun boleh alpa dari tugasnya. “kapan Matahari bisa istirahat sambil santai-santai menonton?”

[pada Petang]

itu Matahari. terlihat jejak senyumnya dari jendela blok atas kamar, berusaha keras menerobos agar hangat sampai ke lemahku dengan tepat.

aku menikmati binar-binar kecil silau itu, menjawab senyum pun kembali dengan senyum. meski tak ada pekik riang, tak ada lambaian, tak ada lagu-lagu terhantar: terima kasih 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s