Pak Fendi itu (macam) Pak Kobayashi

aku ingat Januari itu. tanggal Lima tepatnya. pagi-pagi sekali aku sudah diajak menyapa Manglayang oleh Bapak – Ibu – Mas – Mbak – Kawan RKF, meningkahi Semesta yang riang; setelah semalamnya aku terkesima dengan Orkestra besutan Panglima Angin bersama ribuan Ilalang, Langit dan Bulan yang enggan pulang, Paduan Suara Negara Pinus dengan harmoni tak terbandingkan, lekatan jejak Embun dari Rerumputan dan kecoklatan Ibu Bumi yang perlahan mengering, dan Niki yang tak berjauhan dari tangan. nafasku baik-baik saja, itulah ajaibnya. hingga aku tak bisa beralasan untuk tak senang.

aku ingat Januari itu. tanggal Lima tepatnya. ia yang dalam jumpa pertama dulu terasa begitu asing dan jauh, kini jauh berbeda. sudah bukan rahasia jika aku ingin sekali banyak belajar darinya. namun ketika sedikit demi sedikit terkesiap tentang apa yang nyatanya sama disuka, tentang berbalas imajinasi yang mungkin sederhana (tapi sangat berharga), tentang caranya menyikapi tindak-tandukku yang bisa jadi tak lazim adanya: aku suka 🙂

setelah lama, lama, lama, dan cukup lama, aku malah merasa aku seperti Totto-chan yang dipertemukan dengan Pak Kobayashi — Sang Kepala Sekolah.

Kang Una Nizar Gumrah, terima kasih (ternyata) sudah (diam-diam) memotretkan Pak Fendi dan aku 😉

(foto oleh Una Nizar Gumrah)
(foto oleh Una Nizar Gumrah)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s