pe-er RKF: Cahaya

#1

aku menemukan Cahaya mengintip dari sela-sela atas Jendela. entah bagaimana mewujud alun Laut lah ia tanpa ada sedikit pun Kata-kata dibawa bersama lembar-lembar Udara.

aku ingin memastikan, “apa kau tersesat?”, namun justru kutemukan senyuman tulus diwajahnya.

aku ingin bertanya, “apa kau lelah?”, namun adanya ia terus mendebarkan Rindu-rindu titipan yang dibawa dari Dasar Bumi paling Hitam.

aku kini menikmati Cahaya dengan kaki bersandar di dinding dan punggung rebah manja. semakin lama Pertunjukan Cahaya, semakin berhamburan aroma Laut mengudara, semakin lekat hangat Matahari menghantarkan sesuatu dari Lembah Bumi yang nyata: lebih dari sekarung perasaan dicinta 🙂

(foto oleh kuke) - Cahaya #1
(foto oleh kuke) – Cahaya #1

#2

aku menemuimu, menjauhi Cahaya. aku menunggumu, pun jauh dari Cahaya. aku mengagumimu, itu tak memerlukan Cahaya. karena nun di dalam dirimu, aku menemukan Cahaya.

(foto oleh kuke) - Cahaya #2
(foto oleh kuke) – Cahaya #2

#3

aku tahu kau hanya akan sebentar saja pergi, lalu ketika kusadar kau sudah begitu saja kembali.

(foto oleh kuke) - Cahaya #3
(foto oleh kuke) – Cahaya #3

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s