“aku temani”

“aku yang akan menemani, mengantarkanmu sampai ke tempat yang kau cita-citakan itu. namun yang terpenting adalah aku ingin melihatmu bahagia di tengah semua hal yang telah aku paham sangat kau suka di sepanjang umurmu.” — begitulah aku memaknai sekalimat “aku temani” yang terucap dari jemarimu, berulang tersuarakan mulutmu, ditegaskan urai senyum juga tatap lembut yang belum dilupa hingga masuk ini waktu. aku bisa bersabar menunggu.

– – – – – – –
ini bukan hasil jepretan si aku. ini hasil jepretan Tuan Bumi yang aku culik lalu diutak-atik hingga begitu. kenapa? karena ini Pohon Doa; berdekatan dengan tempat yang sudah sejak beberapa lama aku inginkan. itu saja.

(foto oleh HEC)
(foto oleh HEC)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s