pe-er RKF: disekitarku

#1:

sehari-harinya jika tak sedang bepergian jauh, sekitarku tak jauh dari mereka-mereka-mereka-dan-mereka. Tirai-tirai yang selalu menggoda untuk dibuka lebar-lebar demi melihat perbukitan nun di sana. Dinding-dinding yang sering ditempeli jidat ketika pusing. Ubin-ubin Lantai yang sering dibiarkan dirasa dengan seenaknya melepas sepatu di depan kelas. Kawan-kawan Muda yang dengan rela diajari aliran sesat agar (mungkin) mumpuni merekayasa keterbatasan menjadi kelebihan (gayaaa beneur, keu, heuheu)

(foto oleh kuke) - disekitarku #1
(foto oleh kuke) – disekitarku #1

* * * * *

#2:

disekitarku banyak ditetapkan ini-itu supaya begini-begitu (katanya). namun, seringnya yang kemudian terjadi adalah segala ini-itu tersebut menjauh dari begini-begitu yang dimuluk-mulukkan; dan berikutnya lahir lagi ini-itu baru lainnya dalam jumlah sangaaat banyak. tapi lagi-lagi, tak ada begini-begitu yang tercapai dengan tepat. 

jika kamu bingung, maka itulah yang memang sudah seharusnya terjadi (ya kebingungan itu) 😛

(foto oleh kuke) - disekitarku #2
(foto oleh kuke) – disekitarku #2

* * * * *

#3:

disekitarku itu “berbahaya”. camilan ini, jajanan itu, penganan ini, makanan itu. duh, repot! iyaaaa, jadi repot karena itu sangat sangat sangat menyiksa perasaanku yang jadilah tak ingin berhenti icip-icip sana-sini itu. aaaah, cinta memang deritanya tiada akhir. ckckckck 😛

(foto oleh kuke) - disekitarku #3
(foto oleh kuke) – disekitarku #3

* * * * *

#4:

hari ini sebenarnya si aku sudah bangun pagi. sudah memotret Langit dan Bunga Awan, lalu tidur lagi. semakin naik tinggi Matahari, keringat deras mengalir, harusnya aku sudah sibuk belajar lagi materi Fungsi. memang bulan depan masih lama, tapi kalau tidak belajar ulang dari sekarang ya bulan depan itu tiba-tiba sudah menjelma jadi hari ini. bisa berabe nanti.

naaaah, etapi seperti biasa, semua itu tak berlangsung dengan lancar mudah. ada-ada saja urun rembug dari sini-sana. kalau bukan si Inhaler yang tiba-tiba diberdayakan, ya aku mengambil salah satu dari tumpukan Monk yang ada di kanan. kalau bukan si Adrian Monk yang sibuk aku ikuti polahnya, ya itu si Ndut di pojokan langsung berpindah ke pelukan lalu diajak Mimpi Indah Siang Benderang.

lalu belajarnya kapan, Kuk?

emmmmm.. euuuuuu.. sepertinya nanti saja kalau sudah adem juga malam sekalian sekitaran kompleks ini tenang 🙂 (cari-cari alasan)

(foto oleh kuke) - disekitarku #4
(foto oleh kuke) – disekitarku #4

#5

aku (masih) hanya punya senyum dan sebuah “selamat pagi” untukmu. sementara kau (Langit) memberiku penenang dalam paduan Biru dan Jingga itu. terima kasih kau tak pernah meninggalkan sedikit pun aku dalam kenyarislumeran juga kehampirbekuan Darah Hidup yang mengaliri tubuhku. terima kasih telah telah selalu begitu apapun adamu.

– – – – – – –
21.06.2013 – 05:57:13 WIB

(foto oleh kuke) - disekitarku #5
(foto oleh kuke) – disekitarku #5
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s