kau, aku, Senja Terbaik kita, tak lupa Gado-gadonya

semuanya tak seperti yang sudah direncanakan. Ritual Penjemputan yang istimewa itu begitu saja batal. tertinggal aku menghabiskan sebagian dini hari menanti dengan perasaan di ambang cemas juga kesal.

kau ke mana? masih bimbingan di sana? apa yang sedang membuat segalanya menjadi harus begitu tergesa dikejar lalu tak sempat memberi kabar?

semuanya menjadi mendadak sangat mengesalkan tanpa bisa sedikit pun dilampiaskan. tak lah aku mudah mengapi bahkan sekadar membara karena yakin semua terjadi tentu dengan alasan.

apa hari ini pun semua akan sama bubrah? kau akan kembali terlupa perihal permintaan mengantar? di mana para Pesan Berkabar?

semuanya memaksa aku memilih Kegelapan. menurutku itu area terbaik untuk meredam Ketidaktenangan diri agar mengarah pada lebih banyak diam.

apa Suhu Promotor memajukan tenggat penyelesaian? apa kau diharuskan kembali menerima apa yang ia putuskan? menterjemahkan keseluruhan Penelitian dalam berlembar bidang yang luasnya tak seberapa hingga tidur pun semacam fana?

semuanya menyuarakan Senja ketika akhirnya kau datang serupa Impian terjatuh dari Surga. aku sangka ketukan di pintu adalah fatamorgana hingga kau nyata bersuara lembut, “hei, kok masih tidur? jadi nggak berangkatnya?”. bertepatan kalimatmu diakhiri Tanda Tanya kedua, aku mendahana.

katamu itu tatapan yang paling tak kau suka. katamu senyum yang hilang bisa mendatangkan Neraka. ketika sudah kau lontarkan sederet “maaf” dan masih saja tajam mataku menjadi penegas rahang mengeras, cukup panjang kau kembali lembut berkata, “kalau mukanya masih bete kayak gitu, nggak akan enak dilihat siapa pun. kita ada meeting loh hari ini. mau bahas lanjutan gambar. ini kan sudah minta maaf. masa nggak diberi maaf?”

semuanya turun tangan menghilangkan pengaruh Amarah, termasuk si Kecemasan yang sempat sama senewennya. ternyata aku masih saja tak bisa menampik Kesabaran Sejatimu yang macam berlipat ganda.

tak ada di antara kita yang saling melontar Kata. lembutmu kembali kau singgahkan di kepala. Dahana seketika reda lalu tiada. begitu saja. aku sudah tak punya alasan membiarkannya nyala.

“mau dibeliin makan sekarang?”

“belum pengen makan.”

“tapi harus. kan mau perjalanan panjang.”

“ya.”

“atau nanti sekalian? aku bikin janji jam tujuh. kau bisa makan dulu sementara kami berdiskusi. sesudahnya baru aku antar. ya?”

rasanya mataku agak membasah. rasanya hatiku terjalari hangat yang datang tanpa dipinta. kau tidak lupa. karena ternyata aku begitu rapi tersimpan didalammu, hingga tanpa perlu bertubi kuingatkan pun kau tidak lupa. aku mengangguk, tertunduk untuk tersimpan rapi dalam belaian sayangmu sekali lagi.

cara kita menghabiskan Ujung Senja adalah terbaik dalam hidupku selama kau bawa mengasmara. lebih dari belasan menit kau kuhantamkan pada Amarah, kau tak mengubah arah.

terima kasih atas Cinta dan Keyakinan Besar-mu, Tuan. sudah sangat diterima maafnya sebelum saling berjarak lagi kita.

Malam menjelma Warna-warni, Udara dipenuhi Jalinan Pelangi yang tak saling tumpang-tindih. “kok Kerupuknya nggak dimakan? cuma Gado-gadonya yang dihabiskan?”

mau tak mau aku terkesiap dan tak ingin sadar terlalu cepat. pasti bagimu Batuk mampu bersahabat dengan Kerupuk, sehingga aku tak perlu melanggar Peraturan Pribadi perihal tidak seenaknya memperlakukan Makanan.

kini Rindu sudah bertengger di masing-masing bahu, Tuan. menunggu dipupuk untuk bekal Pertemuan berikutnya.

aku tak sabar ingin segera dipenuhi Rindu yang tentunya minim ngomel-ngomel melulu.

– – – – – – –
*catatan kecil tertanggal 9 Juni 2013, sepanjang perjalanan di atas KA Kutojaya Selatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s