tak ada selembar pun aku yang terobek paksa olehmu

tak ada selembar pun aku yang terobek paksa olehmu;
selalu kesadaran milikku lah yang mengembangkan kedua sayap sembuh patah satu,
mengepakkan lapisan tipis Udara agar terbukalah dengan sendirinya aku,
lalu mentranslasikan rahasia Pandora itu semata buatmu.

tak ada selembar pun aku yang terobek paksa olehmu;
adanya benteng kemarahan milikku lah yang perlahan runtuh dari satu gerak ke gerik Waktu;
bahkan datang-berlalunya senyummu sama sekali bukan pertanda dibuanglah aku,
diam-diam kau telah menyulap sebuah ruang dalam jiwamu untuk jadi rumahku.

tak ada selembar pun aku yang terobek paksa olehmu;
tak ada setitik pun rahasia yang kau suap dengan muluk-muluk semu;
tak pernah terlalu keras juga tak terlalu longgar genggaman itu;
ternyata aku dengan sendirinya bersedia turut langkahmu menuju satu.

– – – – – – –
*inspirasi: Tuan Bumi dan After Thousand Words (Era)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s