Bulan yang gundah

bisakah kau lihat temaram Bulan yang tak lagi bulat sempurna namun dipenuhi pesona membahasakan rindu, rindu, dan rindu melulu? dia meninggalkan Timur, berharap berpapasan dengan Kekasihnya yang seharian tadi sudah terlalu murung. tak ada daya menghibur, tak mampu sekedar bayang pun merengkuh. bisakah kau lihat temaram Bulan perlahan membeku namun tak rela kehilangan senyum pelipur? dia perlahan meninggalkan Timur, terus berharap tak tercetus padam pada diri Kekasihnya yang seharian tadi terus saja terkurung murung.

– – – – – – –
di sana itu aku melihat Bulan gundah. dia bahkan menolak tawaran Pecel Lele yang jadi menu makan malamku sekarang. ah 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s