kalau kenapa tidak

kalau Kekasihmu saja berani kau hujani Kata-kata Cinta dan kau peluk bersaksikan Pepohonan serta para Rumput juga Kembang-kembang, kenapa harus ragu untuk sesekali memeluk Pohon dan mengelusi Dedaunan dengan penuh sayang serta menyampaikan lantang kasihmu meski itu hanya pada seluasan Langit yang bisa kau pandang bersaksikan banyak mata Manusia di sekitar? 🙂

kalau pujian dari Orang-orang yang kau kagumi saja bisa kau terima dengan penuh sukacita dengan alasan membuatmu makin bersemangat, kenapa tidak bersedia mengucapkan satu ‘terima kasih’ sederhana pun pada Udara yang memenuhimu senantiasa bahkan tanpa kau pinta dan masih kau keluhkan karena ketercemaran yang bukan maunya? 🙂

kalau untuk sekumpulan Bocah Jalanan saja kau tak berkeberatan dihujani pandangan sekian banyak Manusia ketika membagi-bagikan sekeranjang Makanan, kenapa harus malu terlihat saat kau lebih memilih bernegosiasi dengan segerombolan Semut (ketimbang membunuhi mereka) pasal 2 potong Kue Manis sarapan pagimu agar tak mereka habiskan tanpa menyisakan sedikit pun untukmu yang sebenarnya kelaparan? 🙂

– – – – – – –

*sebuah kontemplasi bersama Pagi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s