demi Bahasa Semesta

“tidak terlihat” bukan berarti “tak ada”. “tidak terdengar” bukan berarti “tak lantang bersuara”. biarkan mata menjadi mata. biarkan telinga menjadi telinga. biarkan hati menjadi inti mata dan telinga. putuskan mulut untuk tak sembarang berucap apa saja. hari ini mungkin kau perlu mencoba menggunakan bahasa yang dimengerti oleh seluruh Penghuni Semesta, tak semata bahasanya sesama Manusia. dalam sekejap detak, seluruh pintu dan jendela akan rela terbuka. dan satu hal, tersenyumlah ~_~

salam,
Angin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s