pada sebuah Pagi yang tak berkata apa-apa

kami saling berdiam diri, aku dan Matahari. tak perlu dipertanyakan, senyum kami telah saling memberi salam. tak guna dipersoalkan, lengannya telah menggamit lenganku hingga jalanlah bersisian. Pagi pun ternyata memilih enggan menghabiskan bisu yang telah dibiarkannya hidup sejak semalam. Pagi tak berkata apa-apa. namun aku dan Matahari tahu tak ada pendukung sesetia dia.

– – – – – – –

berdekatan Bromo. suatu hari.

.

(foto oleh: kuke)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s