tentang: Kebencian

menjalani hari dengan bahan dasar Kebencian tak akan pernah sebegitu jauh lega rasanya. ada Kabut, sesak. Biru cerah datang, sesak. Hujan bergelimpangan, sesak. Matahari menyinar riang, tetap saja: sesak. lalu di mana Bahagia? bisakah beriringan dengan nadi Kebencian itu tanpa berseteru satu dengan lainnya?

sepanjang pengetahuanku, menjalani hari dengan bahan dasar Kebencian cuma akan terus menerus melahirkan banyak Palsu, semua serba mendekati batas Pura-pura, bahkan tak urung pada wajah Kebencian itu sendiri. ada Tawa, hambar. jalinan Benang Persahabatan warna-warni, tak bercahaya. setiap Detik hanya dipenuhi Prasangka. ketika Cinta datang tanpa mempermasalahkan apa-apa, tetap saja: percuma. lalu akankah terbangun utuh Rumah bagi Bahagia? bisakah tegak dan kokoh berdiri sepanjang Kebencian tetap dihidupkan bahkan ketika sudah tak ada lagi alasan?

menjalani hari dengan bahan dasar Kebencian semata membuat sepasang kaki tak bersedia menjejak di Bumi karena dihantui rasa takut yang berlebihan. benarkah tak ingin mendapati berkah Bahagia dengan cara yang juga dipahami Peri-peri Embun nun di Savana? yakin akan kau jalani itu selamanya?

– – – – – – –

*sebuah kontemplasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s