limapuluh delapan hari menjelang

dan kesemuanya belum harus berhenti. mengangin, menyapa senyuman, memulas tangis, memaknai luka, menyulam kembali aral yang ada kalanya meniadakan keterkaitan dari keseluruhan materi pelajaran atau malah hadir sebagai penyempurnaan.

begitu pun aku jadinya, belum dihentikan. sehingga tetap semena-mena melangit, melaut mencari jalan pulang, tanpa lupa telah ada Rumah yang terus memintaku secara berkala datang. namun tetap saja kesemuanya itu tak banyak mengubah kebiasaan: aku yang kadang menulis, kadang tidak menulis, suka memotret, juga kadang lebih suka membiarkan semuanya terekam mata saja.

perjalanan tetap dicatatkan. pencapaian yang sekiranya dapat menjadi pelajaran tetap dikabarkan. remeh-temeh tempatku menitipkan kenangan tak lantas disia-siakan. setidaknya itu yang bisa aku wariskan jika sewaktu-waktu Tuhan melambaikan pita tanda untukku menghentikan.

– – – – – – –

Bandung. betah mendung namun tak juga dipinang Hujan. baru usai satu Pesanan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s