Angin yang mencintai Hujan

namaku Angin. aku tahu mereka sering sekali memandang penuh tanya bahkan tak jarang tertawa setiap kali kau datang lalu aku mengajakmu bicara. itu belum seberapa, mereka tak sungkan memahkotaiku sebagai bocah karena aku terlalu suka menari bermain bersamamu lalu menyanyikan lagu yang sama kita suka sampai Udara terikut bergejolak dan memutari kita. biar saja, aku tak pernah merasa ada yang salah. karena buatku, itulah cinta; tak akan membuat menyerah apa pun penilaian yang orang kata.

dan Hujan, terima kasih sudah menemani di segala macam nuansa. kau tak hanya peluruh sedih, peringan luka dan amarahku, tapi ternyata juga menemani kerinduan yang sedang dipinta kesabarannya. tenang saja, Tuan Bumi tak akan marah meski ia tahu aku sedang tak boleh banyak bersentuhan denganmu sebenarnya. tenang saja, Tuan Bumi tak akan marah, karena ia bisa menerima kita yang saling cinta perlu ada bertemu untuk saling menyeimbangkan satu sama lainnya.

namaku Angin. aku mencintai Hujan sejak lama tanpa pernah bermaksud menduatigakannya dengan Langit, Bintang, Semesta, bahkan Tuhan yang Maha Bertahta. dan Tuan Bumi tak pernah tergerak marah, diam-diam ia memahamiku lebih dari yang pernah aku duga.

– – – – – – –
Hujan, terima kasih untuk 7 menit-nya. Tuan Bumi, terima kasih untuk selalu mengizinkannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s