Angin..

aku sudah tidak menghitung hari keberapa tepatnya kini. satu hal yang semakin aku sadari, aku sudah berani menatap balik ingatan buruk yang menempel di setiap kulit Pepohonan di sekitar tempat yang sebelumnya pun sudah sering aku lalui ini. hal berikutnya yang kusadari, aku sudah bisa tersenyum pada mereka yang di hari itu menjadi saksi. hal berikut dan berikutnya lagi, keberanianku melintasi jalanan dalam malam sudah kembali, tanpa harus sampai Tua hingga Benih Dedaunan juga Peri Embun dan Rerumputan turun tangan meyakinkanku bahwa tak akan ada ulangan buruk demi buruk yang terjadi. aku pun telah berulang menatapi Hujan tadi. airmataku adalah sebentuk ucapan terima kasih.

aku sudah tidak menghitung hari keberapa tepatnya kini. masih ada tambalan-tambalan penutup luka yang belum ingin aku lihat, belum ingin aku temui, belum ingin aku dekati, karena dari kejauhan saja kesemuanya begitu tajam mendenyuti daging dan kulit yang mengenali sakit mengingat perih. aku bisa merasakan Udara membelaiku dingin dan Langit melingkarkan lengan meredakan gigil panas amarah tubuhku yang sekejap menjangkit. aku tahu memang aku tak perlu memaksakan diri, bahkan dengan melupakan untuk menghitung hari. aku sadar akan ada saatnya nanti semua damai kembali. dan dendam di seluruh permukaan Bumi serta Semesta ini mati.

aku sudah tidak menghitung hari keberapa tepatnya kini. aku terus berjalan sebagaimana lajunya hati. mengalun dalam harmoni. Angin.

– – – – – – –
*musik tema: Tigapagi feat. Karmila – Tertidur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s