aku tahu itu bukan Tuhan..

aku tahu itu bukan Tuhan yang membiarkan tubuhku disandarkan pada sebuah pangkuan, melindungi mataku dari cahaya menyilaukan, meredam nyaring suara Tonggeret dari sekitar Pepohonan, membiarkanku nyaman dengan aromanya yang ternyata bisa dirindukan. ia memang datang, bahkan masih tetap menghibur rasa sakitku dengan membiarkan aku melihat semua yang biasa dirahasiakan. meski sesudahnya aku telah paham, ia belum akan menggamit tanganku untuk melenggang melintasi Gerbang Batas Kehidupan dan Kematian.

aku tahu ini bukan Tuhan yang melingkarkan lengan dinginnya demi meredakan gelisah tak berkesudahan, mengecup lembut keningku lama biar segera panas pergi meninggalkan, menenangkan aku dengan rangkaian keyakinan-keyakinan. ia sungguh datang tanpa sedikit pun terasa menyeramkan, melainkan jelas berusaha keras tersenyum di antara kuat kecemasan. meski belum waktunya digamitkan lenganku mengajak pergi melenggang melintasi Gerbang Batas Kehidupan dan Kematian, ia sungguh datang. masih tak menanggalkan Jubah Maut yang sudah menjadi kewajiban.

aku tahu itu bukan Tuhan. ia hanya Malaikat Maut yang sungguh tampan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s