aku adalah Puisi yang kerap ia baca secara ilmiah

aku adalah Puisi yang kerap ia baca secara ilmiah. ketika aku mengambang di Udara, sementara ia kukuh menginjak Tanah, kami seakan dipisahkan Jurang Tak Kasat Mata. namun tiada ia meninggalkan, juga tak sedikit pun terucap ingin mengubahku menjadi seperti dirinya. aku (hingga kini) tetaplah Puisi yang terlalu sering ia baca dengan cara ilmiah. dimana dalam setiap gejolakku yang tak pernah searah, tak sedikit pun kurung selubung ia pasangkan. alasannya sederhana, ia tak mau aku kehilangan nyawa.

dalam diam yang jauh dari tergesa juga amarah, ia bijak berkata: “Cinta adalah kesabaran dan kemampuan seiring sejalan dengan Dadu Kehidupan yang Tuhan gulirkan. kita tak salah punya keinginan. tapi ingat, kita masih punya kewajiban.”

aku adalah Puisi yang masih saja ia baca secara ilmiah. ketika aku limbung tak bersedia kami dipisahkan Jurang Tak Kasat Mata, ia mengusap lembut punggungku lalu memeluk tanpa banyak berkisah. disurutkannya airmataku yang mendesak-desak dengan serangkaian Nada dan Kata yang ia yakin bisa aku pahami dengan mudah. aku benar-benar dibiarkannya hidup sebagai Puisi yang mungkin seumur hidup akan ditingkahinya secara ilmiah. rasanya tak apa. bukankah itu adalah penanda seberapa besar rasa kasihnya?

– – – – – – –
*inspirasi: Tuan Bumi terhadap Angin Laut (31.03.2013 – 01.04.2013) — lagu tema: Scorpions – Life is Too Short


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s