untuk Air di harinya

aku suka menikmatimu dengan cara seperti ini. melihat ada wajah Langit yang sama padamu. melihat bayangan Ayah lewat bersama berperahu. meski pun itu berarti aku pun harus mau lebih dari bermenit-menit menikmati aroma yang jauh dari sebuah harum sebagaimana aku tahu. tapi, mungkin, aku sudah terbiasa. bahkan rasa gatal yang pernah membuatku merasa menderita karena penasaran ingin merenangimu sudah tak masalah. termasuk melihat kau malah ramai dipenuhi berbagai macam sampah. kata Ayah semua ini datang karena kau terlalu baik, tak pernah menolak membawakan apa saja mengalir didalammu. iya, aku mengerti, kau memang terlalu baik.

Air, apa yang bisa aku lakukan agar kau seindah keinginanku? ah, ya, ini memang masih rahasia. Ibu pun tak aku beritahu, apalagi Ayah. aku terus-menerus termimpi melihat kau tak lagi terbebani tugas untuk membawa sampah dari semua tempat sampai ke Laut lepas, sudah seharum aroma buah Pear yang dibagi seorang teman sekolah, dan aku tak perlu takut gatal-gatal seusai kita bercengkerama. satu hal yang pasti, dalam mimpiku aku jelas-jelas melihat betapa Langit di atas sana tak beda dengan Langit didalammu. aku suka. bagaimana caranya?

– – – – – – –
*sebuah kontemplasi sederhana untuk Air di harinya. terima kasih untuk kebaikannya selama ini ya. semoga kau terus terjaga sampai nanti. hingga bisa mengalir tenang menghidupi tanpa cemas tersakiti. hingga bisa menikmati perjalananmu menuju Laut tanpa terbebani.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s