waktu aku mencari secarik Air yang kau gambari dengan senyum Matahari

aku sedang membayangkan secarik Air yang kau gambari dengan senyum Matahari. kau bawa ke mana mereka kini? semua terlihat sama mengabu Putih.

sebentar tadi aku sempat mencarinya di Laci. kau tahu apa yang kutemukan justru di sini? senyummu, yang mahal itu, yang tak kau biarkan untuk kubeli meski sesekali.

selanjutnya lagi aku coba mengais pencarian di sudut Lemari. kau tahu apa yang teraih jemari? pekik gelimu setiap saat kau terlalu mudah untuk kugelitiki.

ah, dalam kepenasaranku, serataan Meja yang penuh aku luruhi. kau tahu apa yang melambai manis? helai-helai rambutmu yang saat itu kita tingkahi begitu sederhana dengan sebuah Gunting setengah karat meringis.

bergerak ke kiri, si Ndut hanya mampu aku pandangi. apa menurutmu ia akan memberitahuku tentang secarik Air yang kau gambari yang sedang aku cari-cari? entahlah, aku tak bisa segera tahu, ia keburu memelukku, lalu membisikkan bait-bait Cinta yang kau titipkan padanya terakhir kali kau datang kemari.

aku kembali membayangkan secarik Air yang dulu pernah kau gambari dengan senyum Matahari. kau simpan di mana mereka kini? sepanjang pencarian tadi adanya aku malah terpasung dalam hati yang terlalu merinduimu sampai tak ingin segera mati.

– – – – – – –
ilustrasi: terbit Matahari, Selat Bali

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s