sekali lagi: kau dan aku

ini adalah ke sekian kali aku harus bersitatap dengan satu-satunya bayanganku dan dirimu yang tak pernah lepas dari kenangan sebayangan lingkar-berjaring terbuka itu. berulang aku hindari, namun untuk satu kali ini aku tak mau terus berlari dari selubung yang sama kita sepakati tak akan dibiarkan berwarna merah jambu. aku mencintaimu dengan bahasaku. kau mencintaiku dengan caramu. kita beriringan tanpa pernah secara sengaja saling berjanji semata untuk merasakan beberapa detik terikat bersedegup.

ini menjadi ke sekian kali aku harus menerima bayanganku berdekat mengarah satu dengan dirimu yang tak pernah lepas dari kenyataan sebayangan lingkar-berjaring terbuka itu. berulang aku tergoda untuk berlari mendekat, sekedar mengadukan segala apa yang bertubi menimpaku; kau tanpa kupinta telah ada merentangkan tangan seusai membuka berbuah-buah pintu. aku merindukanmu dengan caramu. kau merindukanku dengan bahasamu. kita masih saja terus beriringan tanpa pernah secara sengaja saling berikrar semata untuk merasakan beberapa detik terikat bersedegup.

ini adalah ke sekian kali aku diharuskan Matahari menerima sesuatu yang bukan lagi mimpi-mimpi pengikat setiap kali terjadi sesuatu denganmu. berulang, aku dan kamu ternyata masih terus tak penuh diubah oleh Waktu. aku menjadi dirimu bersama darahku. kau menjadi diriku beriringan jantungmu. kita tak pernah saling meminta kesemua ini berjalan begitu.

(foto oleh kuke)
(foto oleh kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s