tatkala Langit menuai Tua

aku ingin bicara padamu tatkala Langit perlahan menuai tua dalam sisa raung mesin-mesin aneka rupa. entah apa kau masih bisa begitu jernih mendengarnya. entah apa kau kemudian masih bisa begitu bijak mencerna kesemuanya. sudah terlalu lama kita berjarak dan tak punya kesempatan untuk saling bicara. padahal bukankah kita pernah sama sepakat selalu akan ada waktu untuk bersama, bertukar cerita, perihal apa saja, sampai pada ujung setiapnya kita akan menemukan berbagai makna yang belum sempat kita mengerti diawalnya.

aku ingin bicara padamu tatkala Langit mulai tak segan-segan menegur kita yang juga terikut sama menua. entah apa kau masih membiarkan terbuka seluruh jalan udara dan suara. entah apa kau masih bersedia setia pada ikrar yang sama kita gaungkan dahulunya. sudah terlalu lama kita berjarak dan tak punya kesempatan untuk saling bicara. padahal bukannya kita tak sama paham segala sesuatunya entah di mana titik kekekalannya.

aku ingin sekali bicara padamu setiap kali bisa kubaca Langit makin bergairah menuai tua.

– – – – – – –
08.03.2013, Bandung, sewaktu Senja — dijadikan materi pe-er RKF minggu ini untuk tema “Tua”

(foto oleh kuke)


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s