ah..

aku mendengar Badai datang. itu, dari arah sana. aku merasakan amarah, kecewa, kesedihan melebih rasa sakit yang menelan senyuman juga keinginan-keinginan. telingaku tersiksa dengan tangis yang bukan sekedar kehilangan artinya.

aku tak bisa mengabaikan kesemuanya. sialnya aku tak bisa mengabaikan kesemuanya. bahkan ketika sebenarnya aku tak pernah terlalu memikirkan. bahkan ketika nyatanya di sini aku terkulai lemas sendirian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s