aku dan mereka yang merekamkan seluruh cerita untukku

meski sudah seusia ini, aku tidak yakin jika harus menyatakan bahwa aku sepenuhnya paham mekanisme tubuh, otak, dan jiwaku perihal menyimpankan cerita demi cerita yang terjadi. ketika aku pikir otakku sedemikian rekat, eh ternyata sepasang mataku mengingat dengan cara lain. ketika aku kira ingatan lihatan ku begitu lekat, eh ternyata pori-pori kulit sekujur tubuhku pun punya rekamannya sendiri. ketika aku hanya menyangka tubuh kasarku sepenuhnya berfungsi sebagai perekam, eh ternyata jiwaku tak mau dinyatakan tidak berpartisipasi. kompleks bukan? setidaknya menurutku ya begitu.

ada kalanya aku berbahagia dengan mekanisme unik tersebut, menyetarakannya dengan anugerah-anugerah Tuhan yang bertebaran di Semesta raya. tapi, jangan salah, lain-lain waktu aku bisa mendadak merasa dan jelas nyata terjebak dalam jurang siksa. susah untuk menghindarkan diri dari prasangka bahwa aku sedang diselubungi kutukan luar biasa ketimbang terus yakin kesemuanya adalah anugerah dalam lain wajah lain warna. aku belum sedemikian sakti untuk mengubah ngilu nyeri perih sebagai kenikmatan tertinggi.

meski sudah sampai di usia ini, aku masih sering berperang dengan diri sendiri; utamanya dengan mekanisme tubuh, otak, dan jiwaku yang menyimpankan cerita demi cerita dengan cara mereka sendiri. dalam naik-turunnya kesediaan energi, sialnya aku tetap saja dengan keras kepala berusaha menjaga keseimbangan bahagia agar hal-hal buruk dapat kuambil sari pati pelajarannya lalu kubiarkan larut bersama air lah ampasnya. harus kuakui, betapa tidak menyenangkannya ketika aku terus disuguhi putaran ulang ingatan buruk yang sangat sangat sangat ini segera aku hapus. namun tak bisa aku pungkiri betapa surganya ketika aku dibiarkan menikmati kembali hal-hal manis yang begitu banyak aku alami di masa kecil hingga menjelang dewasaku kini.

ah, ya. itu adzan Subuh sudah datang. aku harus segera siap-siap menjalani cerita lainnya lagi. tubuh, otak, dan jiwaku juga terikut bersiap diri. entah kenangan macam apa yang ingin mereka simpankan untuk nanti.

image-source: wallcoo.com
image-source: wallcoo.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s