(saat datang lagi) kegelapan

seperti sebelumnya, aku tak bisa merasa suka jika perasaan macam ini datang. aku seperti terus dipaksa harus mau menghirup aroma kegelapan yang menyesakkan. bukan inhaler yang aku butuhkan. bukan pula puluhan miligram salbutamol yang aku inginkan. aku cuma ingin senyala titik api ini terus bertahan. biar aku bisa menjinakkan kegelapan dan menahan anyir kemusnahan. juga tak terjebak menyangkakan bahwa kemampuan pemberian-Mu adalah sebuah kutukan.

aku belum lupa, Kau sudah bilang ini tak akan mudah. sayangnya, aku pun belum lupa, Kau sudah meniupkan ruh yang terlalu sulit untuk mau menyerah.

seperti sebelumnya, aku tak bisa merasa suka jika perasaan macam ini datang. aku jadi tak sengaja memanggil ribuan nada kegelapan yang meresahkan. jangan Kau bosan atas ulangan demi ulangan maaf yang jadi permintaan. jangan Kau bosan meredamkan keseluruhan dengan sebentuk kebesaran hujan. tolonglah, jangan..

(foto oleh Kuke)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s