masih ternyata

begitu pintu terkunci itu dibuka, halaman dipenuhi banyak perbincangan tentang tadi Senja. indah sekali katanya. aku diam saja. aku tak melihat apa-apa. aku justru sedang dihadapkan pada hal yang cukup lama tak aku terima. masih mengikuti ternyata. membawaku pada hal yang lebih mencemaskan ketimbang sepotong Senja di Langit sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s