waktu aku masih suka protes

waktu aku masih suka protes perihal Tuan Bumi dan hectic-astaga-dragon yang ia punya, Tuhan memberiku sepersekian dari porsi hectic-nya. hal itu berhasil membuat aku bisa merasakan sendiri derajat lelah dan ya-ha-ha-nya ketika kemudian protes mulai bermunculan secara eksplisit serta implisit dengan santainya *tapi tidak satu pun dari Tuan Bumi loh* aku jadi menuai tertawa kecil sendiri di Udara. kegundahan yang acap kali ditingkahi prasangka sebagai dampak dari minimnya pesan-singkat juga sampaian-suara memang berbahaya. bagaimana bisa aku jadi begitu tergoda untuk melupakan nilai perjuangan ia yang selalu berusaha pulang untuk sekian urgensi tanpa dipinta?

sekarang-sekarang ini sepertinya aku akan sebisanya berhenti protes perihal Tuan Bumi dan hectic-astaga-dragon yang ia punya. kebiasaan kami yang berbeda setiap saat rentang jarak teramat sangat tidak tanggung-tanggung jauhnya tak lagi ingin dijadikan sekeping masalah. emm, tapi aku masih berniat menularkan sedikit kebiasaan agak-sering-ngabarin saja. sebisanya. tanpa ngambek, tanpa paksa. sebisanya. biar sedikit seimbang terasa. biar aku tidak lagi tergoda untuk lupa bahwa ia sudah mengajari aku soal kembali-percaya dan beraksi-terbaik-tanpa-banyak-bicara. biar setidaknya aku memudahkan sendiri jalannya untuk menggenapkan pelajaran utuh-menjadi-dewasa yang sudah dimulai para Bapak dan Keluarga Semesta ~_~

ada Angin bertarian disekitarmu ataupun tidak, selamanya atau ternyata hanya sementara, tetaplah jadi Bumi yang menghidupi ~,~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s