jika.. maka..

jika aku cinta, maka apa aku salah ingin secara berkesinambungan memberikan bahagia? bahkan ketika sebuah kebebasan yang menuntut keterlepasan pada akhirnya adalah jawaban agar bahagia hidup dengan sebagaimana mestinya, kenapa tidak aku berikan saja?

jika aku cinta, maka apa sungguh perlu aku mengekang bahagia dalam tatanan-tatanan yang terlalu sibuk aku kemukakan dengan dalih-dalih yang terus saja tak henti memutari dirinya? bahkan ketika sebuah senyum iklas telah hilang dari keberadaannya, apa aku kemudian harus pura-pura tak tahu saja?

sepanjang pemahamanku, jika aku cinta, maka ada sekian hal dan ada sekian sesiapa yang akan terhidupi berlambar suka cita tanpa paksa. sepanjang kebenaran anutanku sejauh ini melangkah, hidup memang bukan melulu berisi aku dan kebahagiaanku saja.

jika aku sungguh-sungguh cinta, maka..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s