waktu Purnama hampir pergi meninggalkan Pagi

begitulah setiap kali aku sedang kelimpungan dan sendiri. Langit membiarkan aku mengambil tempat di antara Pepohonan di mana pun pikiran, jiwa, serta kedua mataku bersedia pergi. mungkin kau tak percaya, ada Purnama bersiap tidur lelap di sana. terus-menerus mengajakku serta dengan ribuan cerita-cerita yang terus mengejar keingintahuanku dan menjanjikan nyaman damai tanpa harga.

waktu si aku memanjat-manjat kursi supaya si Purnama terlihat agak jelas, si Purnama itu malah menyuruh aku segera turun dan cukup berdiri tertib, bukannya kedapatan sedang berpegangan di tali jemuran dadakan depan balkon terbuka. dia dengan manisnya malah mengajakku menikmati sebagian Bintang dan Planet yang senyum-senyum di Indigo Pagi menghangat. menepuk-nepuk punggung lalu mengusap-usap kepalaku yang kebanjiran informasi segala arah.

yakin tanpa salah dan silap aku mendengar Purnama itu berkali berkata, “sesudah kesulitan itu pasti akan datang banyak kemudahan, Kuk. percayalah, dan jangan berhenti percaya, sesudah kesulitan itu pasti akan datang banyak kemudahan.

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s