perihal timbunan luka itu

terus meragu mungkin adalah dampak dari aku yang belum sepenuhnya sembuh. terus meragu pun bisa jadi adalah karena aku bersikeras ingin segera sembuh lalu melanggar segala batas yang sudah aku paham sejak dulu. tapi aku percaya, selalu tidak ingin berhenti untuk percaya, bahwa kesembuhan itu tak melulu datang sendiri nanti dibawakan oleh Waktu. aku harus mengupayakannya sendiri. bonus bila kemudian ada kamu yang merengkuh dan memeluk tiap kegelisahan dan rasa sakit itu kembali memuncak lalu mencuat ke permukaan tanpa sedikit pun merasa malu.

terus meragu itu jelas-jelas bukan kepribadian Angin Laut macam aku. terus meragu adalah cikal penghancur yang bisa menghantarkan kematian lebih cepat dari yang sudah telanjur aku tahu. sayangnya aku tak mau menyerah semudah itu. meski sepenuhnya dalam kesadaranku aku bisa merasakan semuanya tak akan selalu terlihat setenang apa yang coba aku tutupi dari semua mata yang terlalu senang memperhatikan dan menilaiku. setidaknya, aku tak menutupi semua darimu. setidaknya, aku menerima kehadiranmu untuk melihat seutuhnya wajah dari lukaku.

– – – – – – –
Oinan, Tuapejat, Sipora, Kep. Mentawai
22.02.2013 menuju terik pukul 1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s