kita dan perjalanan

sebenarnya kita kah yang berada di antara sekian banyak perjalanan, atau sebaliknya? jarak dan jarak selalu gemar merentang sampai-sampai kita tak bisa berkilah. kita sadar menyukai masing-masingnya. kita benar mengalir bersamanya. sampai kemudian sadar entah sudah ada berapa banyak rindu yang kita tunda bahkan untuk saling menggenggam atau bertatap sapa.

Tuan Bumi, duhai Kekasih yang tengah jauh di mata, akan kugenggam erat-erat kesabaran sampai tiba waktunya. iya, seperti katamu, bersabar sampai tiba masanya pelukan tak akan tertinggal khayalan, tak akan tertinggal angan, tak akan dengan waktu saling bekejaran. lalu kuturut pula apa katamu, membiarkan diriku sekeutuhan mengikuti aliran.

sebenarnya kita kah yang berada di antara sekian banyak perjalanan, atau sebaliknya? jarak dan jarak selalu gemar merentang sampai-sampai kita tak bisa berkilah. kita sadar menyukai masing-masingnya. kita benar mengalir bersamanya. sampai kemudian sadar entah sudah ada berapa banyak rindu yang kita tunda bahkan untuk saling menemukan di fajar yang pertama.

– – – – – – –
17.02.2013 – seusai kisaran 18 menit berbincang berjauhan dan cengeng yang tiba-tiba memenangkan piala kejuaraan.

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s