mengAngin hingga Mentawai: perdana serba tak terduga

aku menuliskan ini sembari mulai menyiapkan lembaran-lembaran Pakaian Rapi, menggilasnya dengan Setrika Listrik, melipat dan menyusunnya sebelum nanti akan aku buat mereka bersesakan dalam si Fox Jingga. aku bisa merasakan Pagi terbuka begitu dingin sampai rasa-rasanya ingin menyerah saja dalam pelukan Selimut Batik hadiah dari si Adik Ipar. tapi yang aku lakukan malah berbeda. seperti biasa tubuhku malah bangun lebih awal dari bunyi Weker pada Ponsel yang sudah aku atur sedemikan rupa. ya sudah, dilanjutkan sajalah. tak lupa aku sisipkan lantunan Nada-nada dari player biar tak terlalu datar sepinya.

(foto oleh Kuke)semua serba tak terduga. ya, tentang perjalanan kali ini. jika aku berhitung pun sepertinya semua berlangsung begitu cepat dari satu proses ke prosesnya: (1) menerima kabar dari Mphiew tentang kans menjadi Tukang Poto dan Tukang Tulis untuk sebuah Media milik Pemerintah Daerah Mentawai, (2) menerima panggilan untuk sebuah Interview di Jakarta, (3) pelaksanaan Interview, (4) menerima kabar hasil Interview dan Seleksi terhadap 4 Kandidat, (5) Briefing Resmi sebelum keberangkatan, dan (6) keberangkatan. kesemuanya tak sampai menghabiskan lebih dari 1 (satu) bulan! wow! entah kenapa otakku langsung mengaitkan ihwal tersebut dengan cepatnya kedatangan Tuan Bumi mengetuk pintu dan akhirnya berdiam di hati juga. buatku hanya ada satu kata untuk pertanyaan reaksi apa-apa yang sudah Tuhan wujudkan tanpa aku duga: ajaib!

aku memang merengek pada Tuhan, dilengkapi dengan tangisan kadang: aku ingin meLaut, pulang ke Rumah Ujung Cakrawala, segera. aku memang menyampaikan pada Tuan Bumi tentang kegelisahan-kegelisahan yang begitu sulit dihilangkan kalau aku masih terus berdiam di dalam Kotak Bandung begini adanya. hanya saja aku memang memilih untuk bersabar meski tak bisa dibendung dampak dari kesenewenan tingkat tinggi jika sudah terlalu bergejolak ini jiwa. aku ya memang memilih bersabar sampai kemudian Tuhan dan Semesta bilang dengan senang dan tenang: silakan, kuk. aku tak mau membuat segalanya berantakan hanya karena kenekadan berdalih kebutuhan padahal apa iya itu yang paling aku butuhkan?

aku menuliskan ini sembari mulai merapatkan barisan Sel-sel Otak agar memaksimalkan kemampuan serap dan analisisnya. seharian ini pun akan menjadi hari tersibuk yang anehnya tak ingin aku keluhkan sesedikit apapun juga. mulai dari bersegera merampungkan persiapan, tak boleh alpa memasukkan Obat-obatan dan Peralatan ‘Perang’, mampir pamit ke Damar dan ibunya, latihan Sulukan sembari pamit ke Pak Bram karena akan bolos lagi selama seminggu lamanya, mengurus pemadatan perkuliahan dikarenakan ini perjalanan, dan Tuan Bumi juga tak boleh dilupakan. keharusan merapikan potongan rambut — yang aku jawab dengan membabatnya habis — sepertinya ya tak akan disedihkan lama-lama. bahkan untuk berkompromi dengan penampilan formal — dikarenakan seminggu ke depan harus berinteraksi dengan pihak Pemerintah Daerah sana — pun aku sangat yakin aku bisa. Tuapejat benar-benar akan menjadi saksi kesibukan perdana. selain Tai Ka Manua, Tai Ka Leleu dan Tai Kabagat Koat tentunya.

sedetikan, aku kembali teringat masa ketika melepas seekor Tukik di Senja Ujung Genteng yang syahdu berawan. aku menitipkan salam untuk Batari Ibu, Poseidon, dan Rumah Ujung Cakrawala dalam diam yang berbicara. lalu kini, kemudiannya, aku tahu ke mana ia membawa sekerat jiwa yang kulekatkan di tubuh mungilnya. ternyata ke sana, pulang, pada semua yang sudah lama aku rindukan di dalam jiwa.

Tuhan dan Semesta: terima kasih untuk hadiah tidak terduganya. Tuan Bumi, Langit Kecil, Ibu Bumi, Dewa Bumi, Bapak Bintang, Air, mbak Dieldiel, mas Bimbim, Pak Bram, Pak Yudi, dan Mas Arya: terima kasih untuk Doa-doa dan keseluruhan dukungannya. Akis dan Rangga: terima kasih untuk pengertian besarnya — semangat untuk Kelas Inspirasi! dan Mama, baru akan aku kabari nanti saja, biar tak terlalu meriah.

aku sepertinya harus berhenti dulu untuk menuliskan kesemuanya ini sebelum kedua mataku kembali membasah. memesan Layanan Travel ke Bandara dan menyelesaikan apa yang beberapa menit ini aku tunda. aku tak bisa menjanjikan apa-apa selain cerita, cerita, dan lagi-lagi cerita yang dilengkapi hasil tangkapan mata.

sekali lagi, terima kasih untuk kalian dan semuanya yang bersedia membagi Cinta dalam berbaris-baris Doa. ini sungguh Kebahagiaan yang mewah. ini sungguh Hadiah yang tak ada duanya ~_~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s