Dewut

seringnya kita tak pernah bisa menduga. ketika Sahabat jauh-jauh datang berkunjung, menghabiskan Waktu bersama untuk banyak berjalan dan bercerita, kita pikir akan ada pertemuan di kali-kali berikutnya. tapi ternyata, tidak selalu begitu akhirnya.

aku hanya ingat dia memberiku satu kesempatan membahagiakan dengan memenuhi permintaannya — menyanyikan satu lagu kesukaan yang kami banget, Iris. sementara dia memberiku lebih dari sejumput kebahagiaan dengan kehadirannya lebih dari semalam sebagai hadiah ulang tahun yang tertunda.

rindu masih selalu datang. ini sudah masuk tahun belasan. tapi penyesalan akan ketakterdugaan itu tak muncul merintang. kenangan kami, sangat banyak. kemampuannya memahamiku, sangat dalam. dan dia yang mengajarkan aku untuk tak sungkan mengungkapkan sayang karena tak ada yang pernah benar-benar tahu kapan Tuan Maut mengajak menyeberang.

aku sedang menghabiskan Pagi bersama kenang. tentangnya yang juga paling rajin menggodaku dengan pelukan. I love you, Dewut. apa kau bisa mendengarnya di Awang-awang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s