(masa) meLangit Angin

*penggalan-penggalan berpenanda*

(foto oleh Kuke)

1/

Batari Ibu memberiku nama: Angin. Poseidon mengasuhku tanpa surut limpahan sayangnya hingga aku Laut. namun di sepanjangan perjalanan, tak ada yang sesetia Langit. ia kerap memanggilkan Biru bahkan Hujan di setiap deraan entah senang entah sedih. ia tak pernah berjanji. adanya ia tak pernah meninggalkan pergi. selalu setia di sini. tak pernah jauh dari sini. di mana pun aku berdiri atau berlari.

..

2/

sesungguhnya tak pernah benar-benar aku meninggalkan Bumi. selalu ada Matahari yang mengingatkan akan sebentuk ikatan dibawa darah sejak dini. temukan saja Bayangan-mu. temukan saja Bayangan-mu. maka kau (mungkin) akan mengerti, tak pernah benar-benar kau meninggalkan Bumi. sebagaimana aku memahami ketika tengah jauh melayang di sini.

..

3/

Angkara tak pernah berganti nama, seringnya ia berganti rupa, juga berganti kemeja, lamat-lamat berganti suara. tujuannya apa? tiada lain dan tiada bukan adalah bahkan hingga meniadakan sebuah Tiada. bukan sekedar menenggelamkan Kedamaian ke dasar riuh tanpa jeda. bukan sekedar melenyapkan wewarnaan penanda Kehidupan masih berlangsung dengan sebagaimana mestinya menurut kehendak awal Sang Pencipta.

..

4/

di hari itu, aku belum berganti nama. masihlah Angin. masihlah Laut. dan Candra kusembunyikan seperti biasa. ketika aku bersanding dengan Langit, sebenarnya telah dibisikkan sebuah nama. bukan sesuatu yang bertajuk entah apa. hanya saja aku merasa itu terlalu tinggi untuk diterima apalagi sekedar dicerna. maka aku memintakan sebuah Koma hingga tepat masanya aku menyandang nama berikutnya. setelah Candra. setelah Angin. setelah Laut. setelahnya saja. setelah semuanya tepat berada di ketepatan dan kesemestian yang semestinya. nanti saja. setelahnya saja. aku tak akan menyembunyikan keseluruhan nama.

***

ini adalah jenis catatan yang tidak biasa ~_~ aku selalu suka membuat potongan-potongannya jadi seperti ini. mungkin ada yang bisa mencerna, ada juga yang tidak. bebas saja. tapi setiap catatan itu — sesederhana apapun adanya, menurutku — berharga, meski tidak biasa. terima kasih jika tetap bersedia membacanya ~,~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s