tapi..

ini adalah Pagi dengan setumpukan Rindu yang dibiarkan mengabu lalu mati memucat tanpa sempat dirajut menjadi selembar Selimut. aku tidak tahu harus ke mana kucari senyumku. ia tak ada bahkan di balik tumpukan Buku-buku di sudut situ. bahkan Matahari tak bisa berkata apa-apa waktu melihat jiwaku sedang tak mampu menghidupi senyumku. aku Rindu. tapi Rindu sedang mengabaikan pesan-pesanku. lalu Luka seperti mendapat celah untuk meracuni kembali aku dengan segala pertanyaan-pertanyaan meragu dan mematikan nyala Api Jiwaku.

ini adalah Pagi dimana Langit pun sampai pada batas tak-lagi-tahu. aku bersikeras ingin berjuang melawan serangan kematian jiwaku dengan sisa-sisa Api yang masih ada ditanamkan Tuan Bumi didalamku. tapi aku terlalu Rindu. sementara Api mulai tertinggal Bara dan terancam terbang sebagai Abu. dan Rumah Ujung Cakrawala juga sebuntalan kasih Batari Ibu cuma tersentuh jemari di bentangan layar didepanku. aku Rindu. tapi Rindu sedang membiarkan aku tertinggal berperang dengan rasa sakit yang belum sembuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s