Rabu mengHitam

Pagi dikejutkan Hitam yang terputar ulang tanpa punya perasaan. aku menggigil hebat tanpa pinta. aku berkelimpahan airmata. aku terturut mengHitam dalam pemberontakan kesadaran. kenapa?

sudah kupaham. sudah kupaham. tidak mudah menanggung kenangan buruk yang diingat benar bahkan oleh sel kulit tubuhmu. sungguh sangat tak mudah. namun, tidak mudah itu tidak ekivalen dengan tidak bisa, bukan?

Pagi dikejutkan Hitam yang terputar ulang tanpa punya perasaan. aku menggigil hebat tanpa pinta. aku berkelimpahan airmata. aku terturut mengHitam dalam pemberontakan kesadaran. kenapa?

sudah kusadar. sudah kusadar. bergegas aku mencari Tuan Bumi juga Bintang bersamaan. membangun rasa aman dan kedamaian biar Hitam tak leluasa membunuh jiwaku yang baru saja berhenti perdarahan. tak mudah. memang tidak mudah. namun, tidak mudah itu tidak ekivalen dengan tidak bisa, bukan?

Berbuat! Berbuat! Orang akan tetap gelisah bila tidak berbuat!“, bisa kudengar Pram — Pramoedya Ananta Toer — dari Nirwana sana berteriak.

ya, aku harus berbuat, bergerak, tak boleh menyerah untuk utuh mengHitam lalu sirna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s