23 menit 46 detik dan Kekasih

Kekasih datang dalam Suara. seusai satu, dua, tiga hari ia kembali melegakan jalan nafas dan darah lalu memuarakan segala kerinduan tepat pada tempatnya. segala kepenatan macam raib bersama Udara. sebulatan cemas yang anehnya tak terlalu mendera ada (pasal percaya) sudah terberai musnah. segala pikir yang terkurung tunda dalam kepala bersegera menjelma bentuk dalam lembaran-lembaran yang semulanya tak memberikan pendapat apa-apa. harapan berpilin. guliran rindu masih akan berlanjut. tapi aku tak pernah ingin terlalu riuh menduga-duga. hati kecilku masih saja yakin berkata, ia — Tuan Bumi — akan tetap ada di hari-hari berikutnya, baik di sini maupun di sana. tanpa banyak bicara, menjelma di mana-mana. menghidupi sebuah Percaya yang pernah begitu terluka.

Kekasih datang dalam Suara. seusai satu, dua, tiga hari ia kembali melegakan jalan nafas dan darah lalu memuarakan segala kerinduan tepat pada tempatnya. dalam 23 menit 46 detik telah tercipta Nirwana.

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s