pasal kenapa Hujan membelai kepala dan sibuk menyeka bulir Airmata

apa Airmata bisa menunjukkan jalan terdekat ke Laut? sekarang?

sepertinya malah tidak. Airmata itu kerjanya membersih Debu dan membawa keluar beberapa jenis Rasa. kalau kau mengharapkan dia menunjukkan ke mana arah, rasanya kau justru akan kesulitan akhirnya. Airmata akan mengaburkan pandangmu dan malah mengantarkan ke satu sudut jauh dari Cahaya.

apa Cahaya tak menyukai Airmata? sebenarnya?

ah, kata siapa? kau begitu menduga? jangan. tak ada yang tahu pasti bagaimana perasaan Cahaya pada Airmata. yang aku tahu, keduanya tak pernah saling membenci semudah para Manusia. kau juga, jangan ikut jadi seperti mereka. *sebuah senyuman*

apa Poseidon sudah memberi kabar padamu? apa bisa sekarang ia menjemputku?

Batari Ibu bilang, Poseidon sedang tak berhasil ditemukan di mana-mana. tapi pesan sudah disampaikan dan kabarnya telah diterima dengan sempurna. dan, ya, Poseidon tak bilang apa-apa.

apa.. Poseidon.. meninggalkan aku? *setitik tangisan*

aaaaah, Mungil. kenapa begitu? *was-was*

– – – – – – –
selanjutnya hanyalah itu Hujan sibuk membelai kepala. sibuk menyeka bulir Airmata. sibuk meyakinkan tanpa Suara. tanpa Jeda. tanpa Nada.

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s