Pagi: Matahari, Purnama, Cinta

ini bukan satu-satunya masa dimana Pagi harus menyaksikan Purnama yang enggan beranjak menenggelamkan dirinya. tak pernah ada alasan yang berbeda, selalu tentang dan tentang kekasihnya, Matahari yang tengah merobek jalur hening Cakrawala.

ini bukan satu-satunya masa dimana Awan-awan berlaku selayaknya tirai yang tak mampu menyamarkan pesona Purnama, tak pernah terhilangkan keberadaannya dari hati Matahari yang selalu memandang dari seberang Timur sana. Cinta masih berada ditempatnya, kian kekal hidup ternyata.

– – – – – – –
Bandung. Januari di satu 28 Pagi. aku juga punya rindu yang besar di sini. teruntuk Tuan Bumi.

(foto oleh Kuke)
(foto oleh Kuke)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s