kekasihku: Bumi

kau membangunkan aku dengan sebuah tanya dan berkalimat Cinta. selanjutnya aku kau penuhi dengan senyuman sederhana penuh ketulusan yang (setidaknya) di hari ini tak ada bandingannya. entah kenapa aku mulai bisa meraba mengapa begitu sulit menemukan untukmu sebuah Nama. bisa jadi karena kau terbiasa bersegera menjelma ada, menghidupi tanpa perlu aku merunduk meminta-minta. iya, kau itu benar lain dari biasanya. iya, karena kau datang dengan seada-adanya dirimu yang tak perlu diperkuat oleh jiwa sesiapa yang mana. kau adalah dirimu, bagian dari Semesta. sementara kau tak berkeberatan jika aku adalah Angin Laut yang memberimu binar-binar cerah, lengkap dengan keterikatanbebasnya terhadap Langit nun di sana.

kau membangunkan aku dengan sebuah tanya dan berkalimat Cinta. selanjutnya membiarkan aku menyerap pelajaran berikutnya tanpa tergesa. aku kini tak perlu lagi sibuk menerka-nerka. ini kali kau sudah memperlihatkan jelas adanya dirimu siapa. selamat datang dalam kehidupanku, Tuan Bumi. aku tak menolak untuk kau hidupi dengan penuh kasih.

(foto dari album seorang Kawan)
(foto dari album seorang Kawan)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s