Rembulan Pemindai Harapan

Langit pelan-pelan melahap Rembulan. aku jadi sedikit tertekan. tak berharap semua kemudian menyebabkan ketiadaan. karena Rembulan adalah Penanda sebuah penantian akan dirimu yang tertambat di detak Harapan.

tahukah kau apa yang sering aku lakukan tepat ketika semakin terhalang ramai Ilalang dan Rerumputan. aku bernyanyi, merayu Langit, agar tak terlalu bernafsu menghabiskan itu Rembulan. karena aku tak mau kehilangan Harapan tepat ketika keseluruhannya padam.

Langit terus saja merangkuli Rembulan. aku jadi sedikit merasa tak berkesempatan. bahkan untuk sekedar memindaikan setitik Harapan. karena Rembulan adalah Penanda yang sesatunya paham keberadaan jiwamu yang aku tunggu dalam sisa kegelapan.

– – – – – – –

*masih sebuah interpretasi foto oleh Kuke terhadap karya Teguh Hermawan (yang sama) dimana saat ini si Kuke sepertinya sedang berperan sebagai Liliput atau malah Semut ~,~

(foto oleh Teguh Hermawan)
(foto oleh Teguh Hermawan)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s