pada Candra di Pagi

Peri-peri Rumput kasak-kusuk meriuhkan Pagi yang masih terlalu jauh dari bingar dan Biru yang dilepasbebaskan. tak peduli ketunggalan Bintang atau malah Planet yang masih setia di sisi Candra. tak menggubris Surya yang tak selalu penuh kesempatan bertemu Belahan Jiwanya (si Rembulan itu tuh).

Peri-peri Rumput tak mau kehilangan kesempatan untuk menyampaikan Cinta. selagi masih bisa Mutiara Embun yang bertuah dan tersohor kemumpuniannya itu diraih tangan-tangan mungil mereka dan disampaikan pada Candra lewat bergeraknya Udara.

Peri-peri Rumput jatuh cinta, pada Candra yang molek di beberapa Pagi belakangan setiap kali tengah jumpa dengan wajah Surya. Peri-peri Rumput tak hendak membakar Langit apalagi Semesta. sekedar ingin kagum tak bertemu hampa selamanya.

– – – – – – –
*sebuah interpretasi foto oleh Kuke terhadap karya Teguh Hermawan

(foto oleh Teguh Hermawan)
(foto oleh Teguh Hermawan)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s